The Art of Living Alone : Mandiri dan Bahagia Jadi Anak Kos

HIDUP NGEKOS ARTINYA belajar hidup mandiri. Jauh dari orang tua, jauh dari rumah. Apalagi jika orang tuamu ada di seberang pulau bahkan provinsi, sementara kamu harus merantau, memautkan diri dari mereka sekian kilo, demi menuntut ilmu atau mencari sesuap nasi.

Kadangkala, pengalaman pertama kali ngekos itu membuat bingung. Setidaknya ini yang saya alami saat pertama kali pisah kediaman dari keluarga. Harus mulai dari mana. Kos-kosan seperti apa yang harus dipilih. Harus beli apa saja. Syukurlah saya masih bisa meraba-raba ilmu dari mengamati kebiasaan anak kos-kosan di sekitar rumah yang memang sudah saya akrabi sejak kecil, mengingat rumah saya ada di kawasan kampus swasta.

Tahun ajaran baru telah akan dimulai, dan para mahasiswa baru, pekerja baru, sepertinya sudah akan mulai mencari hunian baru di tanah rantau. Mengingat corona sudah tidak lagi jadi musuh besar semua, barangkali perkuliahan tatap muka akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Maka dari itulah, saya mencoba untuk memberikan sedikit tips yang saya pelajari dari pengalaman sendiri, yang semoga bermanfaat bagi siapa pun yang ingin belajar hidup mandiri dengan ngekos.

Pra Ngekos

1—Usahakan mencari kos-kosan yang biaya sewanya sudah termasuk listrik. Ini berguna untuk memangkas biaya listrik dan kita bisa menggunakan listriknya dengan lebih nyaman. Tidak perlu kelabakan atau panik begitu dengar suara meteran menjerit, “Tiiit-tiiit-tiiit …” di tengah atau akhir bulan.

Akan tetapi, kalau sudah telanjur ketemu kos-kosan yang meterannya harus beli pulsa sendiri, sebaiknya tidak lupa untuk menyiapkan anggaran listrik sejak awal bulan, di saat baru menerima kiriman atau baru gajian. Anggaran istrik hanya boleh dipakai untuk listrik, tidak boleh diutak-atik untuk memenuhi keperluan lain. Karena, listrik adalah satu kebutuhan krusial di masa sekarang ini.

2—Apabila dirimu adalah seseorang yang tidak tahan kejorokan seperti saya, saya sarankan pilih kamar kos yang dilengkapi dapur sendiri. Satu petak kecil yang bisa diiisi kompor pun tidak masalah. Intinya, kamu tidak perlu berbagi dapur dengan siapa-siapa. Berbagi dapur artinya siap menemukan berbagai macam tipe kejorokan dari umat manusia. Sebab, ironisnya, meski dapur adalah tempat di mana kita mengolah asupan untuk dimasukkan ke dalam lambung, faktanya ia juga tempat berkumpulnya kuman-kuman. Belum lagi kalau urusan gas, sabun cuci piring, dan bumbu dapur jadi bahan perdebatan dan pertikaian.

3—Carilah kos yang memiliki teras atau balkonnya, kecil juga tidak apa. Tempat itu bisa digunakan untuk menganginkan pakaian basah kalau misal kehujanan atau tidak kebagian jemuran.

4—Apabila kamu mahasiswa, ada 2 pilihan mencari kos-kosan.

[Pertama] kalau punya kendaraan pribadi, carilah kos-kosan yang agak jauh dari kawasan kampus. Survei saya pribadi mengatakan biaya bensin tidak lebih besar dibandingkan perbedaan harga kos di area kampus dengan yang sedikit lebih jauh.

[Kedua] kalau tidak berkendaraan, pilihlah kos yang dekat kampus. Pilihan ini bisa menghemat uang transportasi, kecuali kalau kamu tinggal di kota Jakarta yang tidak pernah tidur dan punya bus Transjakarta. Sehingga, jika ada kelas pagi dan sedang hujan, kamu bisa pergi-pulang jalan kaki dan berbekalkan payung. Sebab jika hujan turun, dipastikan akan sulit mencari ojek atau transportasi lainnya. Namun, berhubung belakangan ini moda transportasi daring kian marak, rasanya kendaraan bukan lagi sesuatu yang perlu dipusingkan.

5—Carilah kos-kosan yang pembayaran sewanya per bulan, di awal atau di akhir. Itu lebih baik daripada kos-kosan yang dibayar per semester atau triwulan. Andai kamu ingin atau harus keluar atau pindah kos karena satu dan lain hal, tidak ada piutang tertinggal yang bikin kamu merugi atau melibatkanmu dalam birokrasi yang merepotkan.

6—Lagi, jika kamu mahasiswa, carilah kos-kosan yang sudah tersedia wifi 24 jam, dan biaya wifi sudah termasuk dalam biaya kos. Dengan demikian, apabila ada tugas, kamu bisa bergadang menyelesaikannya dengan nyaman sekali. Tidak perlu mengeluarkan biaya ekstra yang recehan (recehan demi recehan lama-lama lumayan) untuk mendapatkan password yang setiap hari diganti, juga tidak perlu sering pergi ke kafe cuma untuk beli sepotong roti yang tidak mengenyangkan tapi boros duit demi secarik kata sandi. Mengerjakan tugas memang jauh lebih terasa fokus jika dilaksanakan di kediaman sendiri. Apalagi jika kamu introver atau tipe yang doyan sistem kebut semalam.

Pasca Ngekos

1—Benda-benda elektronik penting yang disarankan untuk kamu miliki:

╰┈➤ a—Rice cooker mini yang kapasitasnya 0,6 lt. Selain praktis untuk masak nasi, rice cooker bisa juga dimanfaatkan untuk memasak makanan lain.

Apabila kamu kelaparan tengah malam atau menjelang sahur, tidak perlu repot-repot lagi keluar untuk mencari makan atau order Grabfood yang membengkakkan pengeluaran.

Jangan malas masak nasi! Itu adalah poin penting bagi kelangsungan hidup hematmu di kos-kosan. Kalau tidak tahu caranya, cari tahu. Banyak tutorial di Youtube. Lagi pula, masak nasi dengan rice cooker sudah sangat amat praktis. Kamu cuma tinggal mencuci berasnya, mengukur airnya, lalu meng-ceklek(?) rice cooker, dan selamat menunggu dengan santuy sambil melakukan hal lain.

╰┈➤ b—Kipas angin, apabila kos-kosanmu tidak menyediakan AC. Bisa untuk menyejukkan diri dan mendinginkan makanan panas. Beli yang kecil saja supaya tidak begitu makan tempat.

╰┈➤ c—Air galon isi ulang untuk menghemat pengeluaran air minum. Harga: 10-20k untuk ukuran 19 liter. Ini lebih hemat daripada dikau menyetok air mineral botolan. Sayangi ginjalmu dengan rajin minum air putih.

╰┈➤ d—Andai kamu memutuskan beli dispenser, beli yang sekalian ada refrigeratornya, apalagi jika kos-kosanmu tidak punya kulkas. Jadi, kalau menyisihkan makanan untuk dimakan dua kali, kamu sudah punya tempat penyimpanan yang aman di kamar sendiri.

Namun, apabila kamu menolak pakai dispenser pun tidak masalah. Beli saja pompa galon elektrik yang bisa di-charge. Tidak sampai 50k di marketplace.

╰┈➤ e—Kalau kamu sudah telanjur mendapatkan kos-kosan yang tidak ber-dapur dan/atau tidak diperbolehkan bawa kompor, juga memilih tidak pakai dispenser, coba alternatif mug elektrik. Harganya sekitar 50k. Cukup dicolok ke steker, kamu sudah bisa seduh teh, kopi, susu, Energen, atau Indomie yang niqmadh. Slurrrrp.

╰┈➤ f—Lampu emergency. Jaga-jaga kalau mati listrik. Jangan selamanya terbiasa bergantung pada flashlight ponsel.

2—Tips mengelola keuangan agar dirimu tidak terseret ke-missqueenan cuma karena ngekos:

╰┈➤ a—Biasakan untuk menabung di awal bulan, bukan di akhir. Buat buku besar sendiri. Jadi, sejak awal begitu kamu menerima gaji atau dapat kiriman ortu, langsung pilah uang untuk masing-masing anggaran: listrik (kalau tanggung sendiri), bensin/ transportasi, uang makan/ sembako, jajan (jangan dibanyakin), savings, dan lain-lain biaya (untuk antisipasi). Apabila di kemudian hari lain-lain biaya tidak digunakan, masukkan ke savings, jangan ke akun lain.

╰┈➤ b—Normalise punya celengan sebagai tempat mengumpulkan uang koin. Pakai botol akua bekas yang gede juga bisa. Percayalah, koin yang tersebar dan terabaikan kalau dikumpulkan tuh lumayan buat jajan. :<

╰┈➤ c—Kalau kamu bukan pekerja 24/7, dan kos-kosanmu tidak mewajibkan laundry, daripada pusing mencari laundry terpercaya, lebih baik cuci sendiri, pakai tangan. Jangan malas. Pepatah bersusah-susah dahulu bersenang-senang kemudian bukan sembarang kembang gula susastra. Kecuali buat beberapa jenis pakaian dan kain-kainan yang boros penggunaan air, seperti selimut, handuk, atau seprai, masih bisa dimaklumi jika kamu menggunakan jasa penatu.

╰┈➤ d—Beli barang sachet-an yang rencengan di toko grosir, alih-alih beli botolan. Seperti: sampo, pewangi pakaian, pewangi lantai, atau sabun cuci. Kalau cemas soal sampahnya, bisa dibakar sehabis dipakai.

╰┈➤ e—Apabila memutuskan rutin masak nasi sendiri, lebih baik beli beras karung daripada kiloan.

╰┈➤ f—Catat setiap pengeluaran!1!1! Ini membantu agar tiada pembengkakan pengeluaran untuk barang yang tidak diperlukan.

3—Tips menghemat ruang kos yang sempit:

╰┈➤ a—Jika kos-kosanmu bukan tipe yang sudah tersedia furniturnya, usahakan beli rak kecil yang menjulang ke atas daripada meja yang boros spasi. Dan, usahakan beli lemari yang cuma satu-dua daun pintu atau lemari lipat. Cermin bisa ditempel di dinding (jangan dipaku, beli saja stiker cermin yang estetik-estetik) atau beli cermin meja.

╰┈➤ b—Andai kosanmu bukan tipe yang sudah tersedia furniturnya, lebih baik beli kasur single bed tanpa dipan. Kasur bisa dinaikkan dan disandarkan ke dinding kalau tidak digunakan, dan kamu bisa mendapatkan kelapangan ruang gerak untuk beraktivitas sehari-hari. Ini juga membantu biar kamu tidak keseringan rebahan.

╰┈➤ c—Dengan teritorial yang terbatas, lebih baik pakai meja lipat. Bisa digunakan sebagai meja tulis, meja laptop, meja rias, dan meja makan, tanpa bikin kamarmu penuh. Meja itu bisa dilipat dan disandarkan ke dinding andai tidak digunakan. Ruanganmu bisa tetap luas dan rapi.

4—Seni perdapuran:

╰┈➤ a—Wajib punya satu wajan, satu teflon, dan satu panci, andai kamu sudah bertekad mau memasak sendiri. Yang kecil saja karena yang perlu kamu hidupi hanya perutmu semata. Jangan lupa pula rak mungil sebagai tempat meletakkan barang-barang ini.

╰┈➤ b—Beli alat makan berbahan melamin. Ringan dan tidak mudah pecah. Aman pun.

╰┈➤ c—Beli sabun cuci piring sachet-an, lalu sediakan botol air mineral yang sudah tidak terpakai. Bolongi tutup botolnya. Campur sabun cuci piring dengan air di dalam sana. Sabun cuci piring bisa digunakan untuk sebulan.

╰┈➤ d—Stok bumbu ajaib: kecap, saus sambal, garam, gula, bawang merah, bawang putih (boleh yang bubuk), saos tiram, lada, selai kacang dan/atau bumbu pecel. Kalau mau beli bumbu instan di Alfamart atau kios-kios tetangga juga boleh.

╰┈➤ e—Stok roti tawar dan mi instan andai kamu tidak alergi mi instan.

╰┈➤ f—Jika kamu sedikit lebih rajin dan sudah yakin punya kompor sendiri, coba buat kering tempe di akhir pekan dan simpan dalam Tupperware. Kering tempe bisa dimakan dengan nasi kalau kamu kelaparan di waktu dan kondisi dompet yang tidak diperkirakan. Jadi tidak perlu keluar beli telur, ngutang sana-sini, atau nyemil Promag di saat-saat demikian.

╰┈➤ g—Kalau kamu tidak mau atau tidak sempat masak lauk, beli saja sayur dan lauk di warteg. Murah meriah.

╰┈➤ h—Apabila kamu pengin makan dengan banyak varian menu, kamu bisa ajak teman kosmu makan bersama dan saling patungan untuk beli lauk, atau masak-masak bersama juga boleh. Hematnya dapat, solidaritasnya pun.

5—Lain-lain tips:

╰┈➤ a—Sediakan obat-obatan darurat, seperti: obat antidiare, obat maag, obat sakit kepala, juga boks P3K. Jangan melupakan fakta bahwa kamu tinggal sendirian. Hanya kamulah yang bisa memperhatikan keselamatan dan kesehatan dirimu sendiri.

╰┈➤ b—Di dalam kamar, sediakan tempat sampah yang dilapisi kantung plastik. Kalau mau buang sampah, tinggal ikat kantung plastiknya dan bawa keluar untuk dibuang sekantung-kantungnya. Tempat sampahmu bisa tetap bersih.

╰┈➤ c—Beli sapu kecil, pengki kecil, dan ember sendiri, yang terakhir minimal satu.

╰┈➤ d—Kalau mau, sediakan gantungan pakaian yang tiang itu, lho. Di dalam kamar, benda itu bisa dijadikan tempat gantungan pakaian yang penting. Bisa juga ditarik ke luar kamar untuk dijadikan jemuran, supaya tidak keseringan saling rebutan jemuran dengan tetangga.

╰┈➤ e—Jika mencuci sendiri, jangan lupa untuk mengibas baju sebelum digantung, dan jemur sekalian dengan gantungan pakaian. Dengan cara ini, baju yang tidak begitu penting bisa tetap rapi kendati tidak disetrika, dan dirimu bisa mengirit space jemuran untuk digunakan orang lain.

╰┈➤ f—Jika menjemur baju, tolong ingat untuk memungutnya kemudian. Jemuran bukan milik pribadi. Siapa tahu ada tetangga kosmu yang juga ingin menjemur tapi masih menunggu kamu yang tidak kunjung mengangkut jemuranmu padahal sudah lama kering.

╰┈➤ g—Kalau hujan turun dan kebetulan kamu melihat jemuran di luar, angkut saja. Kalau tahu diri, temanmu akan balas budi jika sewaktu-waktu kamu berada di luar dan meninggalkan jemuranmu dibasahi hujan.

╰┈➤ h—Biasakan memberi nama pada barang milikmu. Ada beberapa anak kos (terutama mahasiswa) yang kadang berprinsip barang yang mereka temukan akan menjadi milik pribadi tanpa peduli bahwa ada pemilik asli.

Jangan jadi sosok yang seperti itu juga. Saya pernah punya pengalaman buruk dengan ember bak dan wadah makanan. Perihal ember bak masih bisa dimaafkan, tapi tidak dengan wadah makanan. Kekesalan itu masih bersisa. Sudah bagus saya berikan makanan. Sampai berminggu kemudian wadahnya tidak kunjung dikembalikan. Saya masih mencoba positive thinking, mungkin saja orangnya lupa. Tapi kemudian, wadahnya malah saya temukan terbiar menggelandang di luar, entah sudah berapa hari disembur terik matahari.

╰┈➤ i—Berteman baik dan berperilaku berbudilah dengan teman kos. Usahakan agar tidak menjadi tipe yang menyebalkan, egoistis, dan judes. Teman-teman kosmu akan menjadi orang pertama yang menolongmu dalam situasi genting.

╰┈➤ j—Andai ibu kosmu tinggal di dekat kosan, biasakan bawa oleh-oleh dari kampung halaman atau rumah untuk beliau. Sesungguhnya, ibu kos adalah sumber rezeki tidak terduga.

7 respons untuk ‘The Art of Living Alone : Mandiri dan Bahagia Jadi Anak Kos

    1. Tidak apa-apa. Mungkin memang Mbak lebih cocok dengan hidup yang sekarang. Atau bangun kos – kosan kalau ada rejeki berlebih siapa tahu bisa ikut merasakan suka dan dukanya (?). 😂

      Disukai oleh 1 orang

    1. Mm-hm. Tinggal sendiri emang mendamaikan, tapi risikonya jadi enggak ada yang merhatiin. Jauh lebih baik dua-duanya sehat, Rin sayang, jangan lupa makan, makan yang banyaa 🙆

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.