[BM] Pengaturan Ponsel dan Pengantin Asing

Terdengar suara gaduh yang memaksaku membuka mata. Begitu aku keluar kamar, ada seorang sepupu (aslinya keponakan, karena ia anak dari sepupuku) dari kota So'e yang duduk bersama beberapa orang (kerabat) yang tidak kukenal. Kutanya pada sepupuku, "Apa yang mereka lakukan di sini?" Jawabnya mereka ke sini untuk jemput pengantin. Entah pengantin apa dan dari mana, … Lanjutkan membaca [BM] Pengaturan Ponsel dan Pengantin Asing

[BM] Lift WC dan Pohon Jeruk Kosambi yang Terbakar

Keponakan mengajakku pergi ke suatu tempat. Ternyata itu SD-nya yang juga SD-ku dua dekade lalu. Ada acara yang berlangsung penuh keramaian anak-anak, entah acara apa. Di sana, dia suguhi aku sepiring nasi dan ayam kentaki. Sempat kulihat di display harga sepaket nasi, ayam, minuman bersoda, dan es krimnya seharga 39,000. Ketika pulang ke rumah, ibu … Lanjutkan membaca [BM] Lift WC dan Pohon Jeruk Kosambi yang Terbakar

The Art of Living Alone : Mandiri dan Bahagia Jadi Anak Kos

HIDUP NGEKOS ARTINYA belajar hidup mandiri. Jauh dari orang tua, jauh dari rumah. Apalagi jika orang tuamu ada di seberang pulau bahkan provinsi, sementara kamu harus merantau, memautkan diri dari mereka sekian kilo, demi menuntut ilmu atau mencari sesuap nasi. Kadangkala, pengalaman pertama kali ngekos itu membuat bingung. Setidaknya ini yang saya alami saat pertama … Lanjutkan membaca The Art of Living Alone : Mandiri dan Bahagia Jadi Anak Kos

The Art of Being Sick : Segala Rasa Sakit Pasti Akan Hilang

SIAPA SAJA PASTI SETUJU bahwa sakit itu tidak enak. Tiada satu pun manusia yang meminta sakit atau kepingin sakit. Yah, mungkin ada beberapa orang yang pengin sakit karena punya tujuan khusus, seperti tidak mau masuk kerja, kuliah, sekolah, atau menolak ketemu seseorang di suatu tempat. Atau kalau orang itu masokis yang malah menjadikan rasa sakit … Lanjutkan membaca The Art of Being Sick : Segala Rasa Sakit Pasti Akan Hilang

The Problem Comes from Within Me

THIS INSECURITY gnaws some of my feelings and thoughts. Various emotions and feelings of inferiority, and also envy of many people are mixed and mixtured into one annoying feling. I thought my 2022 will be peaceful and prosperous. But actually, it didn't. "Is this year a wedding year?" I asked subconsciously. Even in this month, … Lanjutkan membaca The Problem Comes from Within Me

Burung Itu Pergi

SEJAK SEPEKAN SEBELUM Ramadan, rumah orang tua saya kedatangan tamu. Tamu yang sama dengan yang pernah saya ceritakan di sini, yang juga datang saat Ramadan tiga tahun lalu dan memboyong satu keluarganya menginap hampir setengah bulan. Lagi-lagi, datangnya tanpa bilang-bilang sebelumnya. Untungnya, kali ini hanya satu orang yang bertandang, yaitu ibunya, dan baru sekarang saya … Lanjutkan membaca Burung Itu Pergi

[BM] Pesta dan Lomba

Sebuah pesta memaksa kami sekeluarga menghadirinya. Dress code-nya biru dan/atau kuning. Mati-matian, aku dan kakak kelima, juga para keponakan membongkari lemari demi bisa mix and match. Akan tetapi, aku hanya kebagian pakaian-pakaian sisa. Aku pun ragu mau ikutan menghadiri. Pantang mengerahkan effort lebih. Akhirnya kulepaskan mereka berangkat, sementara aku tinggal di rumah sendirian. Dalam sunyi, … Lanjutkan membaca [BM] Pesta dan Lomba

Statuta Dilemma

[Artikel ini diterbitkan di AstraMagz volume 47 Edisi Spesial Akademi Juni 2021 dalam rubrik Opium dengan Tema: Sekolah dan Aturan, Perlu, 'kah?] Kita mengenal bentukan pendidikan formal dengan nama sekolah. Sekolah itu sendiri merupakan sewujud organisasi: ada para pelaku (meliputi pengajar, pelajar, dan semua makhluk hidup yang terlibat dalam setiap aktivitas di sana), tujuan, serta … Lanjutkan membaca Statuta Dilemma

“Andai Saya Lelaki”

PERNYATAAN SEJENIS INI sering bernaung dan bergaung di kepala saya, bahkan sejak saya masih kecil. Sebagai anak yang pautan usianya cukup jauh dari kakak-kakak perempuan, saya lebih dekat baik secara usia maupun pergaulan dengan abang yang menempati urutan kelima, keenam dan ketujuh. Sepertinya ini menjadi faktor pertama dan utama yang membentuk pengadaian absurd itu. Lingkungan … Lanjutkan membaca “Andai Saya Lelaki”

Acak

SEL-SEL DI DALAM kepala saya memelihara masa lalu secara kelewat aktif. Berbagai kenangan diperangkap, lalu dilesakkan ke dalam laci-laci almari. Ketika ingin mencari, saya bisa membuka masing-masing laci. Akan tetapi, di waktu yang tidak pasti, terkadang mereka pun memberontak sendiri untuk mendobrak sunyi. Meminta dibuka dan ditengok barang sekejap saja. Terkadang pemberontakan itu terlalu wagu. … Lanjutkan membaca Acak

[BM] Peringatan Bencana

Kami sekeluarga besar, bersama pula para keponakan, tengah berkumpul di rumah. Ada pula ibuku. Aku ingat mengabsen satu-satu anggota keluarga intiku dengan tatapan mata. Abang pertama dan istrinya. Kakak kedua dan suaminya. Kakak ketiga. Kakak keempat. Abang kelima dan istrinya. Abang keenam dan istrinya. Abang ketujuh. Dan kakak sepupu.Namun, suasana itu jauh dari kesan hangat. … Lanjutkan membaca [BM] Peringatan Bencana

[BM] Kelas Dasar Popularitas

Yang menempeli tubuhku jelas seragam putih abu, plus kerudung abu-abu yang sering kugunakan waktu SMA dahulu. Aku ingat dengan terang berhubung ada adegan di mana aku menyisipkan ujung baju ke dalam rok, kebiasaan yang lumrah terjadi, lantaran aku memang kurang suka menyisipkan baju dan hanya melakukannya jika ada razia.Akan tetapi, bangunan itu bukan bangunan sekolah … Lanjutkan membaca [BM] Kelas Dasar Popularitas

[BM] Bangku, Baju, dan Disorientasi Waktu

Aku dan kakak sepupu sedang duduk berdua di belakang rumah, tepat di muka pintu. Kesannya seperti dahulu: bagian luar rumah memiliki permukaan lebih rendah ketimbang bagian dalam. Kubilang dahulu, karena sekarang sudah diratakan sama tinggi dengan cor semen.Sepertinya kami sedang mencari kutu, atau uban, atau entahlah. Di depan kami ada tiga buah bangku; pertama biru … Lanjutkan membaca [BM] Bangku, Baju, dan Disorientasi Waktu

[BM] Absurditas Kampus dan Pesta

Sedang asyik-asyiknya mengobrol dengan beberapa orang yang kukenali sebagai dosenku dahulu. Hanya satu yang merupakan dosenku secara literal karena mengajariku, dua lainnya dosen dari fakultas berbeda (faperik dan fkip), membahas entah apa saja.Tba-tiba, keluargaku menyembur masuk ke ruangan itu, yang tahu-tahu saja jadi kamarku. Mereka buka lemari dan mengeluarkan gamis-gamis dan kotak make up, sementara … Lanjutkan membaca [BM] Absurditas Kampus dan Pesta