The Art of Living Alone : Mandiri dan Bahagia Jadi Anak Kos

HIDUP NGEKOS ARTINYA belajar hidup mandiri. Jauh dari orang tua, jauh dari rumah. Apalagi jika orang tuamu ada di seberang pulau bahkan provinsi, sementara kamu harus merantau, memautkan diri dari mereka sekian kilo, demi menuntut ilmu atau mencari sesuap nasi. Kadangkala, pengalaman pertama kali ngekos itu membuat bingung. Setidaknya ini yang saya alami saat pertama … Lanjutkan membaca The Art of Living Alone : Mandiri dan Bahagia Jadi Anak Kos

Menumpas Prokrastinasi: Fokus pada Tujuan, Blur Sisanya

DI AWAL JANUARI, saya sempat menyusun tantangan untuk diri sendiri dalam menulis fiksi selama sebulan penuh. Saya pikir saya bakal mampu merebut kembali abilitas semasa kuliah yang telah hilang seiring saya menanggalkan status mahasiswi, yaitu multitasking. Dulu, di samping bekerja pagi sampai sore dan kuliah dari sore sampai malam, saya masih bisa memanfaatkan sisa waktu … Lanjutkan membaca Menumpas Prokrastinasi: Fokus pada Tujuan, Blur Sisanya

Menjaga Pace dalam Bercerita

BERKAT membaca fiksi seorang teman, saya jadi belajar tentang istilah ini. Pacing. Ternyata, inilah unsur yang memperindah dan merapikan serta menguatkan ceritanya. Apa itu pacing? Secara harfiah, pacing berasal dari kata dasar pace yang berarti langkah. Namun, dalam kepenulisan, artinya lebih dalam. Pace bisa dikatakan sebagai tempo; seberapa cepat atau lambat sebuah adegan dalam cerita, … Lanjutkan membaca Menjaga Pace dalam Bercerita

Kecerdasan Spiritual dari Kacamata Awam

SUDAH 2021, dan barangkali, kita sudah bolak-balik menamatkan teori tentang 8 aspek kecerdasan manusia alias kecerdasan majemuk (multiple intelligences) yang dicetuskan oleh Howard Gardner. Mungkin malah ada yang sampai mabuk dicekoki info yang sama terus-menerus.Akan tetapi, beberapa waktu yang lalu saya menemukan pembaharuan. Atau mungkin saya yang kudet dan baru tahu kemarin-kemarin. Selama ini, saya … Lanjutkan membaca Kecerdasan Spiritual dari Kacamata Awam

Ringkasan Peradaban Dunia Menurut Kronologi

Sejarah (bahasa Yunani: ἱστορία, historia (artinya "mengusut, pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian"]); bahasa Arab: تاريخ, tārīkh; bahasa Jerman: geschichte) adalah kajian tentang masa lampau, khususnya bagaimana kaitannya dengan manusia. Dari jejak pembelajaran sejak sekolah dasar sampai sekolah menengah, saya jadi tahu kalau sejarah digunakan untuk merepresentasikan masa sejak manusia mengenal aksara. Sementara itu, untuk masa … Lanjutkan membaca Ringkasan Peradaban Dunia Menurut Kronologi

Onomatope: Tiruan Bunyi dan Suara

TERKADANG KETIKA MENULIS, ada hal-hal yang terbayang di kepala namun sulit untuk dituangkan dalam bentuk kata-kata. Biasanya karena lupa istilah kata yang baik, atau retorika dan diksi kita yang belum mencukupi. Dalam kasus saya, saya sedikit kesulitan mendeskripsikan bunyi. Bila anjing menggonggong, kucing mengeong, lantas bagaimana istilah yang tepat untuk menggambarkan suara hewan lain atau … Lanjutkan membaca Onomatope: Tiruan Bunyi dan Suara

Mengintip Penggunaan Tanda Kutip yang Mengapit Titik

Ada sebuah pertanyaan yang diajukan di Quora secara terbuka: "Mengapa tanda petik dua (") yang kedua (tanda petik dua penutup) selalu ditulis setelah titik (.)? Bukankah lebih masuk akal jika titik (.) selalu jadi karakter paling akhir suatu kalimat?" Dengan kata lain, pertanyaan yang diajukan seperti ini: Mengapa pertanyaannya ditulis seperti ini ... "Mengapa tanda … Lanjutkan membaca Mengintip Penggunaan Tanda Kutip yang Mengapit Titik

Mempertanyakan Riba dalam Gadai

INI ADALAH untuk pertama kalinya saya menulis tentang concern saya di bidang ekonomi (khususnya akuntansi) syariah. Sebenarnya saya sudah lama pengin menulis tentang itu, hanya saja, saya kebingungan memilih topik. Apa pun yang butuh diketahui kan, bisa dicari lewat google, enggak terkecuali soal akuntansi syariah atau perbankan syariah. Kini, pucuk dicinta, ulam pun tiba. Berhubung … Lanjutkan membaca Mempertanyakan Riba dalam Gadai