Membuka Gerbang Kesadaran (dan Kewarasan)

BEBERAPA WAKTU LALU, seorang teman mengunggah seuntai status yang sedikit menampar. Ia singgung perihal tren sekarang yang gemar menjadikan isu atau penyakit mental sebagai sebuah kekurangan yang patut dimaklumi banyak manusia, hingga kelakuan yang sebenarnya bisa diubah dan dibenahi justru cenderung dituntut untuk dimengerti dengan dalih seperti, 'Ya maklum, gue kan borderline, bipolar, ini itu … Lanjutkan membaca Membuka Gerbang Kesadaran (dan Kewarasan)

Masa Lalu dan Masa Depan Kami: Aku dan Blog

PERINGATAN: Tulisan ini benar-benar panjang, karena merupakan gabungan dari tiga pos yang pernah saya tulis beberapa waktu lalu. Jika saya diminta membicarakan sejarah pacaran saya dengan blog, maka akan ada rentetan kisah; sejarah yang barangkali tidak singkat. Dan, saya pun adalah tipe manusia yang suka dan senang berbelit-belit dalam menulis. Usia blog ini memang belum … Lanjutkan membaca Masa Lalu dan Masa Depan Kami: Aku dan Blog

100 Things I Love in this World

MAYBE my own life is suck. Ah, it is suck for real, LMAO. But basically, I still agree that life itself is filled with many—a ton of tiny but—beautiful things that deserve our appreciation and gratitude for being exist in this world. There are many things I love, and here are 100 of them:

Estafet Penghargaan

KETIKA sedang jalan-jalan melihat jejeran blog yang mencuat di area pembaca, atensi saya menangkap pos penghargaan yang ditulis oleh Kak Ayu Frani. Usai mencari tahu lebih lanjut, saya temukan informasi kalau Liebster Award ini ialah bentuk penghargaan berupa gambar yang diberikan secara estafet dari satu bloger ke bloger lainnya. Kata Liebster sendiri dalam bahasa Jerman … Lanjutkan membaca Estafet Penghargaan

Kapsul Waktu

Written on April 6, 2020 Kepada Aku v.2030 di tempat WE KATILLI! HAHAHAHAHAHA … ups! Dulu pernah memanggil diri sendiri ‘katilli‘, tapiii … (Baca itu dengan gaya iklan sampo yang dibintangi Anggun C. Sasmi. Semoga kau tidak lupa.) Uhuk. Baiklah. Setidaknya, surat ini harus kubuka dengan sesuatu yang lebih sopan dari sapaan di atas. Mungkin … Lanjutkan membaca Kapsul Waktu

Kondisi Psikis dan Pengaruh Perilaku Orang tua, Sebuah Curhat Colongan

MENJADI seseorang yang perasaannya mudah dipengaruhi kondisi sekitar kadangkala bukan hal yang baik. Mungkin keuntungannya, saya bisa mudah berempati dengan kondisi sekeliling, walau seperti kata Harper Lee dalam To Kill a Mockingbird, saya tidak benar-benar mengerti karena bagaimanapun saya mencoba, saya tidak hidup sebagaimana orang yang bercerita itu hidup. Selamanya saya hanya menyikapinya melalui sudut … Lanjutkan membaca Kondisi Psikis dan Pengaruh Perilaku Orang tua, Sebuah Curhat Colongan

Bodo Amat Sama Citra

Sebuah Kontemplasi; Sebuah Refleksi Kadangkala, entitas yang terlalu lebay dalam menjalankan tugas sebagai seorang manusia yang diberikan wewenang untuk ber-amar ma'ruf nahi munkar mudah ditemui di sekitar. Keinginan untuk menjadi yang terdepan di depan Sang Khalik sukses jadi kedok buat yang semata haus justifikasi makhluk fana. Aneh, tapi nyata adanya. Niat mula ingin jadi tuntunan, … Lanjutkan membaca Bodo Amat Sama Citra

Berbahagialah Kamu yang Mati Muda

SEPANJANG hari ini hujan di tempat saya. Dan, hujan adalah waktu terbaik untuk melamun. Di tengah udara dingin dan aroma petrichor, bertahan di dalam kamar adalah pilihan terbaik. Ditemani secangkir teh hangat dan sebungkus biskuit, saya pun siap masuk ke dalam palung kontemplasi. Hujan kali ini mengingatkan saya akan seorang sahabat. Dahulu, ketika masih SD, … Lanjutkan membaca Berbahagialah Kamu yang Mati Muda

Perkara Pseudonim

What’s in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet. BEGITULAH kata William Shakespeare, pujangga termahsyur dari negeri sang Ratu Elizabeth. Iya. Apa sih, artinya sebuah nama? Tapi pertanyaan ini sepertinya enggak berlaku kalau Anda tinggal di Indonesia, Bung Shakespeare. Di Indonesia, orang tua perlu mikir panjang … Lanjutkan membaca Perkara Pseudonim

Karena Nasib Terbaik ialah dengan Tak Pernah Dilahirkan

Dewasa ini semakin banyak orang segenerasi—para milenial—yang melangkah ke jalur pernikahan. Membentuk keluarga yang mereka idam-idamkan selama ini. Namun, di sisi lain, semakin banyak pula kalangan seumuran, yang justru menolak pernikahan, dan memilih hidup dengan mencintai diri sendiri sampai waktu yang belum bisa diprediksikan. Sebagai golongan pengamat, saya senang dengan fenomena ini. Saya senang anak … Lanjutkan membaca Karena Nasib Terbaik ialah dengan Tak Pernah Dilahirkan

Mencari Kesalahan Diri Sendiri

Pos ini diprakarsai oleh lamunan remeh; apa yang melintas di pikiran ketika tadi memunguti beras untuk diolah menjadi bubur (omong-omong, saya masih kesulitan mengunyah dan berkata-kata, karena jahitan di kulit melintang dari bagian depan telinga kanan, pipi kanan, dan berakhir di rahang, dan itu suckyt(?) juga tak nyaman). Kebetulan beras yang ditanak adalah beras yang … Lanjutkan membaca Mencari Kesalahan Diri Sendiri

Iblis di dalam Kepala

Beberapa hari belakangan berlalu bagai bayangan. Rasanya tidak nyata karena saya lewati seperti sedang mengambang; seperti menjalani sebuah mimpi yang tidak teraba oleh indera secara langsung. Saya duduk, berdiri, melangkah, tidur, mandi, makan, beribadah hanya karena memang rutinitas, seolah sudah teratur oleh sistem, tetapi tidak bermakna. Dalam sepekan, saya kena tegur 4 atau 5 kali. … Lanjutkan membaca Iblis di dalam Kepala

Overthinking

Otak adalah bagian tubuh yang paling lelah bekerja, di samping jantung, tentunya. Jika jantung bekerja seperti pompa kaku yang dalam kondisi normal selalu bekerja, otak bekerja dengan segudang aksinya. Ia dipakai buat berpikir, merespons, bahkan menjadi pusat kendali seluruh aktivitas organ tubuh, mulai dari mata sampai otot-otot tubuh. Walau mungkin, otak masih bisa diistarahatkan ketika … Lanjutkan membaca Overthinking

Ketika Aku Membenci

DARI SEMUA PERASAAN yang diidap oleh manusia di dunia, saya benci diri saya sendiri ketika sedang benci. Paradoks, ya?Saya benci memberi tempat yang sia-sia untuk sesuatu yang tidak pantas menempatinya. Pernah mengenal teori bahwa benci dan cinta itu sejalan? Saya bukan penganut teori itu, tapi tetap saja saya enggak sudi menspesialkan yang enggak semestinya dispesialkan.Namun, … Lanjutkan membaca Ketika Aku Membenci

Writerblock atau Kemalasan Menggali?

BLOG SEBELAH terabaikan. Bila diibaratkan, ruang fiksi dan puisi dalam puri kecil saya mungkin sudah dipenuhi laba-laba. Pos karya terakhir telah saya lepaskan dua bulan yang lalu. Selebihnya, saya hanya menjejalkan kutipan dan resensi buku agar blog itu tidak kelihatan tidak berpenghuni. Beberapa waktu yang lalu, seorang teman yang saya besarkan seperti anak sendiri(?) bertanya, … Lanjutkan membaca Writerblock atau Kemalasan Menggali?