The Art of Being Sick : Segala Rasa Sakit Pasti Akan Hilang

SIAPA SAJA PASTI SETUJU bahwa sakit itu tidak enak. Tiada satu pun manusia yang meminta sakit atau kepingin sakit. Yah, mungkin ada beberapa orang yang pengin sakit karena punya tujuan khusus, seperti tidak mau masuk kerja, kuliah, sekolah, atau menolak ketemu seseorang di suatu tempat. Atau kalau orang itu masokis yang malah menjadikan rasa sakit … Lanjutkan membaca The Art of Being Sick : Segala Rasa Sakit Pasti Akan Hilang

Statuta Dilemma

[Artikel ini diterbitkan di AstraMagz volume 47 Edisi Spesial Akademi Juni 2021 dalam rubrik Opium dengan Tema: Sekolah dan Aturan, Perlu, 'kah?] Kita mengenal bentukan pendidikan formal dengan nama sekolah. Sekolah itu sendiri merupakan sewujud organisasi: ada para pelaku (meliputi pengajar, pelajar, dan semua makhluk hidup yang terlibat dalam setiap aktivitas di sana), tujuan, serta … Lanjutkan membaca Statuta Dilemma

“Andai Saya Lelaki”

PERNYATAAN SEJENIS INI sering bernaung dan bergaung di kepala saya, bahkan sejak saya masih kecil. Sebagai anak yang pautan usianya cukup jauh dari kakak-kakak perempuan, saya lebih dekat baik secara usia maupun pergaulan dengan abang yang menempati urutan kelima, keenam dan ketujuh. Sepertinya ini menjadi faktor pertama dan utama yang membentuk pengadaian absurd itu. Lingkungan … Lanjutkan membaca “Andai Saya Lelaki”

Merasa Lebih

DALAM KESEMPATAN LALU, telah saya beberkan sepintas argumen pribadi saya kalau dosa utama manusia adalah kesombongan. Bahwa kesombongan seperti dosa induk yang menelurkan anak-anak dosa lain.  Kesombongan itu sendiri secara umum bisa dimaknai sebagai sikap menilai dirinya kelewat tinggi dibandingkan fakta yang ada. Dan karenanya, secara otomatis kesombongan merambah pada perasaan menganggap rendah orang lain … Lanjutkan membaca Merasa Lebih

Beberapa Hal yang Belakangan Ini Terpikirkan

BELAKANGAN INI banyak peristiwa berlangsung, baik yang saya alami nyata, saya dengar dari kesaksian orang lain, atau hanya saya baca dari media sosial. Terlalu singkat untuk dijadikan satu tulisan untuk tiap-tiap topik, maka saya merangkumnya dalam tulisan ini. Dengan kata lain, ini Tulisan Gado-gado lainnya. 1—"Educate Yourself" Belum lama ini, saya sempat menemukan seseorang di … Lanjutkan membaca Beberapa Hal yang Belakangan Ini Terpikirkan

Melihat dan Menilai dengan Utuh

SUATU HARI, seorang tetangga menyinyiri tingkahnya bersantai. Dari mulut si tetangga, terbitlah kalimat-kalimat serupa: mengatainya pemalas, menghakiminya berperilaku buruk, menilainya tega, cuma karena ketika si tetangga mampir ke rumah, dia sedang tiduran sambil memainkan ponsel, sementara kakak dan ibunya sibuk di dapur. Menurut si tetangga, dia sedang memperbabukan orang lain. Sontak, hal ini membuatnya sempat … Lanjutkan membaca Melihat dan Menilai dengan Utuh

Geliat dalam Gelap

SEROJA yang memporakporandakan kota selama tiga hari libur Paskah tempo lalu telah memberi saya beberapa aktivitas baru. Badai yang ia bawa, melemparkan kami kembali pada geliat aktivitas dua dekade ke belakang, dengan ketiadaan listrik, sinyal, dan jaringan. Cuaca buruk dan angin ribut menggempur setiap tower dan tiang listrik, sehingga kami tak punya akses untuk nonton … Lanjutkan membaca Geliat dalam Gelap

Kontemplasi Hujan dan Badai

SEBAGAIMANA kebanyakan manusia melankolis bin emo lainnya, saya juga suka hujan. Saya suka pemandangan awan mendung menutupi angkasa sepenuhnya dan menumpahkan derai presipitasinya dari sana. Di area kota saya yang curah hujannya bisa dikatakan seuprit, pemandangan hujan lebat cukup langka, sehingga tidak pernah tidak menuai rasa rindu setiap tahunnya. Selama tiga hari libur Paskah dan … Lanjutkan membaca Kontemplasi Hujan dan Badai

Menumpas Prokrastinasi: Fokus pada Tujuan, Blur Sisanya

DI AWAL JANUARI, saya sempat menyusun tantangan untuk diri sendiri dalam menulis fiksi selama sebulan penuh. Saya pikir saya bakal mampu merebut kembali abilitas semasa kuliah yang telah hilang seiring saya menanggalkan status mahasiswi, yaitu multitasking. Dulu, di samping bekerja pagi sampai sore dan kuliah dari sore sampai malam, saya masih bisa memanfaatkan sisa waktu … Lanjutkan membaca Menumpas Prokrastinasi: Fokus pada Tujuan, Blur Sisanya

We Have to Step Forward

SERINGKALI, tanpa sadar, saya menanggapi cerita yang orang dengan cerita lain tentang pengalaman pribadi saya di masa lalu. Benar-benar tanpa sadar. Ketika akhirnya tersadar, merasuklah perasaan bersalah karena sudah demen adu nasib. Seseorang yang sering hanyut dalam kenangan (dan penyesalan) akan masa lalu, tentu tahu rasanya. Saya pribadi masih amat tradisional dan klasik. Saya menjunjung … Lanjutkan membaca We Have to Step Forward

Kecerdasan Spiritual dari Kacamata Awam

SUDAH 2021, dan barangkali, kita sudah bolak-balik menamatkan teori tentang 8 aspek kecerdasan manusia alias kecerdasan majemuk (multiple intelligences) yang dicetuskan oleh Howard Gardner. Mungkin malah ada yang sampai mabuk dicekoki info yang sama terus-menerus.Akan tetapi, beberapa waktu yang lalu saya menemukan pembaharuan. Atau mungkin saya yang kudet dan baru tahu kemarin-kemarin. Selama ini, saya … Lanjutkan membaca Kecerdasan Spiritual dari Kacamata Awam

Berkarya Sampai Mati

SAYA TERMASUK kalangan yang percaya bahwa menulis adalah sebuah keterampilan. Harus dilatih terus-menerus. Semakin jarang diasah, semakin tumpul. Selain teori yang kita pelajari dari tulisan orang, jam terbang pun turut berpartisipasi menentukan kualitas tulisan. Teori tanpa praktik enggak lebih dari omong kosong semata. Maka, sebelum letusan-letusan kembang api dalam perayaan bergantinya tahun menyemarakkan angkasa, saya … Lanjutkan membaca Berkarya Sampai Mati

Selamat Tahun Baru

KATANYA, waktu cuma sewujud konstruk yang diada-adakan manusia untuk mengukur perkembangan dan perjalanan. Untuk menandai peranjakan dunia yang bertambah renta, tambah sekarat. Sesuatu yang menkonkretkan apa yang abstrak, tapi datang dari hal yang konkret pula. Secara keseluruhan, kemarin tak ada bedanya dengan hari ini. Kendati kesibukan manusia saban waktu berubah-ubah dan, enggak ada, akan kutebalkan … Lanjutkan membaca Selamat Tahun Baru

Ngalor-ngidul

POS ini saya beri judul ngalor-ngidul, karena pembahasan saya bakalan melebar dan bercabang-cabang. Dimulai dari satu titik, saya menggariskannya sampai tidak kunjung ketemu akhir. Biarkan saja. Pos ini memang saya tulis untuk menuangkan ide sendiri dan dibaca diri sendiri. Dampak Negatif Corona Wabah bernama Corona ini mengerikan. Memang, dan kengeriannya sudah tampak sejak semula, hanya … Lanjutkan membaca Ngalor-ngidul

Kondisi Psikis dan Pengaruh Perilaku Orang tua, Sebuah Curhat Colongan

MENJADI seseorang yang perasaannya mudah dipengaruhi kondisi sekitar kadangkala bukan hal yang baik. Mungkin keuntungannya, saya bisa mudah berempati dengan kondisi sekeliling, walau seperti kata Harper Lee dalam To Kill a Mockingbird, saya tidak benar-benar mengerti karena bagaimanapun saya mencoba, saya tidak hidup sebagaimana orang yang bercerita itu hidup. Selamanya saya hanya menyikapinya melalui sudut … Lanjutkan membaca Kondisi Psikis dan Pengaruh Perilaku Orang tua, Sebuah Curhat Colongan