Drama Medsos Penulis

SEORANG PENULIS tengah panas diperbincangkan warganet. Kasus yang bermula dari satu platform, dibawa ke platform lain, diungkit lagi di platform satunya lagi, hingga akhirnya nama penulis terangkut pula di beberapa portal berita daring.  Meski pernah bergabung di dalam grup facebook tempat sang penulis bersemayam, saya asing akan nama beliau hingga sekitar setahun lalu saya temukan … Lanjutkan membaca Drama Medsos Penulis

Menghargai Tidak Membuat Kita Rendah

SEMOGA KITA SEMUA tidak jadi manusia yang doyan mencibiri hobi orang, selagi itu tidak merugikan kita. Semoga kita semua tidak masuk golongan yang menghina dan memandang sinis jalan orang dalam mencari penghidupan. Semoga kita bukan mereka yang menghina pilihan orang lain. Semoga kita bukan kaum yang memandang sinis hiburan orang lain. Sebab, jalan setiap orang … Lanjutkan membaca Menghargai Tidak Membuat Kita Rendah

Merasa Lebih

DALAM KESEMPATAN LALU, telah saya beberkan sepintas argumen pribadi saya kalau dosa utama manusia adalah kesombongan. Bahwa kesombongan seperti dosa induk yang menelurkan anak-anak dosa lain.  Kesombongan itu sendiri secara umum bisa dimaknai sebagai sikap menilai dirinya kelewat tinggi dibandingkan fakta yang ada. Dan karenanya, secara otomatis kesombongan merambah pada perasaan menganggap rendah orang lain … Lanjutkan membaca Merasa Lebih

Beberapa Hal yang Belakangan Ini Terpikirkan

BELAKANGAN INI banyak peristiwa berlangsung, baik yang saya alami nyata, saya dengar dari kesaksian orang lain, atau hanya saya baca dari media sosial. Terlalu singkat untuk dijadikan satu tulisan untuk tiap-tiap topik, maka saya merangkumnya dalam tulisan ini. Dengan kata lain, ini Tulisan Gado-gado lainnya. 1—"Educate Yourself" Belum lama ini, saya sempat menemukan seseorang di … Lanjutkan membaca Beberapa Hal yang Belakangan Ini Terpikirkan

Drama Childfree

PERSOALAN ini sedang jadi sorotan publik, lantaran salah seorang influencer mengumumkan bahwa dirinya dan suami memutuskan menjadi childfree. Seperti biasa, pandangan yang berbeda dari suara mayoritas akan terasa asing, dan apa pun yang asing sudah tentu bakal lebih dahulu digempur kontra. Terlebih oleh kalangan masyarakat yang kelewat cinta hal tradisional. Tidak terkecuali yang satu ini. Kata … Lanjutkan membaca Drama Childfree

Ambivalensi Jual Ginjal

AMBIVALENSI ADALAH tempat di mana aku membagikan rentetan pemikiran yang kurasa benar juga salah sekaligus, tetapi secara tidak sengaja terlahir begitu saja ketika aku memikirkan suatu hal secara mendalam. Karena hidup terlalu abu-abu untuk dipilah benar dan salahnya. Ini bermula dari masalah keuangan yang menghadang, hingga membuat saya---entah iseng atau nekat---mencari tahu soal penjualan ginjal … Lanjutkan membaca Ambivalensi Jual Ginjal

Punahnya (Ke)Manusia(An)

ANDAI ini masih 2014, maka saya bakalan jadi orang yang vokal membagikan keresahan akan peperangan di Bumi Para Nabi. Seperti dulu. Entah untung atau sayang, 7 tahun belakangan, banyak hal yang membuat saya belajar untuk mengerem mulut dan jemari untuk tidak membacot tentang sesuatu yang tidak saya tahu pasti. Mungkin bagi rekan organisasi saya dulu, … Lanjutkan membaca Punahnya (Ke)Manusia(An)

“Unboxing” dan Objektifikasi Perempuan

BELAKANGAN saya menggunakan kata ganti 'they/ them' untuk merujuk diri sendiri, alih-alih 'she/ her', di dunia maya, kendati saya jelas-jelas terlahir dan hidup sebagai makhluk berkromosom XX dan dikaruniai ovarium. Alasannya, saya ingin kenetralan, sehingga saya menolak pada penggolongan berbasis gender, untuk hal yang tidak penting-penting amat. Sebab nyatanya, masih banyak manusia yang tidak bisa … Lanjutkan membaca “Unboxing” dan Objektifikasi Perempuan

“Mereka Bukan Golongan Kami”, Katanya

KASUS BOM bunuh diri pecah lagi. Lagi-lagi, menargetkan jemaat yang tengah melangsungkan peribadatan di sebuah rumah ibadah. Untungnya, kali ini tidak sampai menumpahkan korban jiwa kecuali pelaku sendiri, dan semua itu adalah berkat penyelamatan Tuhan melalui perantara seorang penjaga gereja katedral itu. Kendati aksi si penjaga tersebut membuat beliau menjadi korban luka-luka, setidaknya, tiada korban … Lanjutkan membaca “Mereka Bukan Golongan Kami”, Katanya

Topeng Kejujuran

BARU-BARU INI jagad maya Indonetizen gempar. Laporan terbaru Digital Civility Index (DCI) Microsoft buat mengukur tingkat kesopanan digital pengguna internet dunia saat berkomunikasi di dunia maya, rupanya bikin sakit pantat. Ya... bagaimana, pasalnya kita masuk salah satu negara dengan kesopanan digital paling rendah di dunia. Bahkan di kawasan Asia Tenggara, Indonesia berada di urutan terbawah. … Lanjutkan membaca Topeng Kejujuran

Jangan Melebihkan Apa yang Tidak Perlu Diper-lebay-kan

"Kalian cocok. Jadian, gih." Komentar-komentar demikian bukannya jarang kita temukan. Di celetukan orang-orang yang mengaku shipper sebuah pasangan. Di ketikan-ketikan iseng dalam tayangan atau potret momen 'uwu' antara dua orang yang mereka rasa klop. Ada banyak sekali orang yang berkata atau berpotensi berkata begitu. Menjadi pendukung sebuah pasangan, baik itu official atau bukan, adalah hak … Lanjutkan membaca Jangan Melebihkan Apa yang Tidak Perlu Diper-lebay-kan

Luahan Kekecewaan

SAKING banyaknya hal yang berlangsung di sekitaran yang menyentil saya untuk berkomentar, saya sampai bingung mau membahas yang mana dan meninggalkan yang mana. Di tengah kasus Covid-19 yang makin hari makin sadis beserta huru-hara kaum yang percaya pada teori konspirasi dan menolak rapid test seolah para tenaga kesehatan yang tumbang itu cuma dongeng semata, masih … Lanjutkan membaca Luahan Kekecewaan

Kita Punya Mimpi dan Jalan Bahagia Masing-masing

BERLALULAH satu dekade lebih sejak awal saya mengenal K-Pop. Demam itu datang menyambangi pada awal masuk SMA. Waktu itu, rasa panasnya bikin semangat membara dan menggebu-gebu. Sudah saya lalui fase menjerit-jerit histeris ketika nonton idola bernyanyi sambil joget yang itu pun cuma di dalam layar. Atau mengutuk dan menyerapahi idol cewek yang doyan lengket-lengket sama … Lanjutkan membaca Kita Punya Mimpi dan Jalan Bahagia Masing-masing

Mengapa Banyak Orang Demen Mengurus Kehidupan Orang Lain?

SIKLUS hidup itu memuakkan tidak, sih? Iya, siklus yang bermula dari kelahiran manusia, kemudian ia dibesarkan, disekolahkan hingga akhirnya ia mati. Ketika lahir, seorang anak bisa saja dituntut untuk senantiasa berprestasi. Ketika remaja, semakin banyak lagi aturan-aturan yang mengikutinya. Contohnya, ketika SMA, ia dihadapkan pada segelintir orang yang menuntut, "Masuk IPA! Awas nyasar ke IPS … Lanjutkan membaca Mengapa Banyak Orang Demen Mengurus Kehidupan Orang Lain?

Is This Really ‘Kesetaraan’?

MEMASUKI seperlima abad dalam milenium ini, sudah kenyang perut kita disuguhi seabrek wacana egalisasi gender. Perempuan atau wanita (bagi saya maknanya sama saja, yang memberi bias pengertian kan manusia) yang sebelumnya cuma dipandang sebagai jenis kelamin minor dibanding lelaki, kini bisa lebih bebas melakukan apa yang dulunya cuma bisa dilakukan oleh lelaki. Di dalam negeri, … Lanjutkan membaca Is This Really ‘Kesetaraan’?