[BM] Peringatan Bencana

Kami sekeluarga besar, bersama pula para keponakan, tengah berkumpul di rumah. Ada pula ibuku. Aku ingat mengabsen satu-satu anggota keluarga intiku dengan tatapan mata. Abang pertama dan istrinya. Kakak kedua dan suaminya. Kakak ketiga. Kakak keempat. Abang kelima dan istrinya. Abang keenam dan istrinya. Abang ketujuh. Dan kakak sepupu.Namun, suasana itu jauh dari kesan hangat. … Lanjutkan membaca [BM] Peringatan Bencana