“Andai Saya Lelaki”

PERNYATAAN SEJENIS INI sering bernaung dan bergaung di kepala saya, bahkan sejak saya masih kecil. Sebagai anak yang pautan usianya cukup jauh dari kakak-kakak perempuan, saya lebih dekat baik secara usia maupun pergaulan dengan abang yang menempati urutan kelima, keenam dan ketujuh. Sepertinya ini menjadi faktor pertama dan utama yang membentuk pengadaian absurd itu. Lingkungan … Lanjutkan membaca “Andai Saya Lelaki”

“Unboxing” dan Objektifikasi Perempuan

BELAKANGAN saya menggunakan kata ganti 'they/ them' untuk merujuk diri sendiri, alih-alih 'she/ her', di dunia maya, kendati saya jelas-jelas terlahir dan hidup sebagai makhluk berkromosom XX dan dikaruniai ovarium. Alasannya, saya ingin kenetralan, sehingga saya menolak pada penggolongan berbasis gender, untuk hal yang tidak penting-penting amat. Sebab nyatanya, masih banyak manusia yang tidak bisa … Lanjutkan membaca “Unboxing” dan Objektifikasi Perempuan

Is This Really ‘Kesetaraan’?

MEMASUKI seperlima abad dalam milenium ini, sudah kenyang perut kita disuguhi seabrek wacana egalisasi gender. Perempuan atau wanita (bagi saya maknanya sama saja, yang memberi bias pengertian kan manusia) yang sebelumnya cuma dipandang sebagai jenis kelamin minor dibanding lelaki, kini bisa lebih bebas melakukan apa yang dulunya cuma bisa dilakukan oleh lelaki. Di dalam negeri, … Lanjutkan membaca Is This Really ‘Kesetaraan’?