Waktu Berlalu, Dunia Berbalik, Orang-orang Berubah

PADAHAL CUMA BENDA MATI, tapi terkadang, jejak digital tidak tanggung-tanggung menunjukkan kekejamannya dalam mengekalkan kenangan. Sebab ada banyak sekali hal berlalu dan berubah seiring waktu tanpa disadari, tapi begitu saya menoleh ke belakang, saya lantas dibuat terkejut, "Ohlala, ternyata saya sudah berjalan sejauh ini! Tapi, kok, masih begini-begini juga."  Kekejamannya pada saya baru benar-benar saya … Lanjutkan membaca Waktu Berlalu, Dunia Berbalik, Orang-orang Berubah

We Have to Step Forward

SERINGKALI, tanpa sadar, saya menanggapi cerita yang orang dengan cerita lain tentang pengalaman pribadi saya di masa lalu. Benar-benar tanpa sadar. Ketika akhirnya tersadar, merasuklah perasaan bersalah karena sudah demen adu nasib. Seseorang yang sering hanyut dalam kenangan (dan penyesalan) akan masa lalu, tentu tahu rasanya. Saya pribadi masih amat tradisional dan klasik. Saya menjunjung … Lanjutkan membaca We Have to Step Forward

Berbahagialah Kamu yang Mati Muda

SEPANJANG hari ini hujan di tempat saya. Dan, hujan adalah waktu terbaik untuk melamun. Di tengah udara dingin dan aroma petrichor, bertahan di dalam kamar adalah pilihan terbaik. Ditemani secangkir teh hangat dan sebungkus biskuit, saya pun siap masuk ke dalam palung kontemplasi. Hujan kali ini mengingatkan saya akan seorang sahabat. Dahulu, ketika masih SD, … Lanjutkan membaca Berbahagialah Kamu yang Mati Muda

Be Prepared, Nothing Permanent

AKHIRNYA, hari ini saya menamatkan sebuah serial Korea kolosal, setelah maraton menekurinya lebih-kurang sepekan. Judulnya Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo, yang dibintangi oleh sederet nama kondang seperti IU, Lee Jun Ki, Kang Haneul, Baekhyun EXO, Nam Juhyuk, dan kawan-kawan. Drama ini ditelurkan 2016 silam, tetapi baru saya tonton pada penghujung 2019. Bisa dipastikan bahwa saya … Lanjutkan membaca Be Prepared, Nothing Permanent

Menjadi Orang Tua Butuh Keterampilan

Beberapa waktu yang lalu, saya sempat membuat sebuah pertanyaan iseng dengan fitur facebook, "Apa opinimu yang mungkin bisa bikin kamu dibenci orang lain?" Pertanyaan itu tercetus lantaran kepala saya sendiri tengah mencuatkan pemikiran sinting bahwa semua kesulitan hidup di dunia ini tak akan pernah kita cecap bila kita tak pernah memilih hadir di sini. Agama … Lanjutkan membaca Menjadi Orang Tua Butuh Keterampilan

Karena Nasib Terbaik ialah dengan Tak Pernah Dilahirkan

Dewasa ini semakin banyak orang segenerasi—para milenial—yang melangkah ke jalur pernikahan. Membentuk keluarga yang mereka idam-idamkan selama ini. Namun, di sisi lain, semakin banyak pula kalangan seumuran, yang justru menolak pernikahan, dan memilih hidup dengan mencintai diri sendiri sampai waktu yang belum bisa diprediksikan. Sebagai golongan pengamat, saya senang dengan fenomena ini. Saya senang anak … Lanjutkan membaca Karena Nasib Terbaik ialah dengan Tak Pernah Dilahirkan

Variasi Kehidupan

SETIAP KALI BLOGWALKING, tidak jarang saya melihat dua blog yang mengambil tema yang sama, tetapi ketika saya mencoba masuk lebih ke dalamnya dan menekuri isinya, saya menemukan nuansa yang membuat keduanya terasa jauh berbeda. Saya sendiri bertanya-tanya, kok bisa? Ternyata, jawabannya simpel sekali. Jawabannya adalah karena kustomisasasi. Beberapa platform blog memperkenankan pemilik blog untuk mengutak-atik … Lanjutkan membaca Variasi Kehidupan

Pelayaran Tanpa Makna ini Bernama: Hidup

Seringkali, di saat aku sedang suntuk akan sesuatu, atau justru terlalu menganggur sehingga punya waktu untuk melamun, aku merasa hidup ini tak bermakna. Sementara di satu sisi, aku meyakini dengan teguh bahwa aku ada atas izinNya, untuk menyembahNya, melayaniNya. Sayangnya, segala asersi religius tetap saja tak bisa melungsurkan pandanganku bahwa hidup ini membosankan. Membosankan. Benar. … Lanjutkan membaca Pelayaran Tanpa Makna ini Bernama: Hidup