[BM] Pesta dan Lomba

Sebuah pesta memaksa kami sekeluarga menghadirinya. Dress code-nya biru dan/atau kuning. Mati-matian, aku dan kakak kelima, juga para keponakan membongkari lemari demi bisa mix and match. Akan tetapi, aku hanya kebagian pakaian-pakaian sisa. Aku pun ragu mau ikutan menghadiri. Pantang mengerahkan effort lebih. Akhirnya kulepaskan mereka berangkat, sementara aku tinggal di rumah sendirian. Dalam sunyi, … Lanjutkan membaca [BM] Pesta dan Lomba

[BM] Peringatan Bencana

Kami sekeluarga besar, bersama pula para keponakan, tengah berkumpul di rumah. Ada pula ibuku. Aku ingat mengabsen satu-satu anggota keluarga intiku dengan tatapan mata. Abang pertama dan istrinya. Kakak kedua dan suaminya. Kakak ketiga. Kakak keempat. Abang kelima dan istrinya. Abang keenam dan istrinya. Abang ketujuh. Dan kakak sepupu.Namun, suasana itu jauh dari kesan hangat. … Lanjutkan membaca [BM] Peringatan Bencana

[BM] Kelas Dasar Popularitas

Yang menempeli tubuhku jelas seragam putih abu, plus kerudung abu-abu yang sering kugunakan waktu SMA dahulu. Aku ingat dengan terang berhubung ada adegan di mana aku menyisipkan ujung baju ke dalam rok, kebiasaan yang lumrah terjadi, lantaran aku memang kurang suka menyisipkan baju dan hanya melakukannya jika ada razia.Akan tetapi, bangunan itu bukan bangunan sekolah … Lanjutkan membaca [BM] Kelas Dasar Popularitas

[BM] Bangku, Baju, dan Disorientasi Waktu

Aku dan kakak sepupu sedang duduk berdua di belakang rumah, tepat di muka pintu. Kesannya seperti dahulu: bagian luar rumah memiliki permukaan lebih rendah ketimbang bagian dalam. Kubilang dahulu, karena sekarang sudah diratakan sama tinggi dengan cor semen.Sepertinya kami sedang mencari kutu, atau uban, atau entahlah. Di depan kami ada tiga buah bangku; pertama biru … Lanjutkan membaca [BM] Bangku, Baju, dan Disorientasi Waktu

[BM] Absurditas Kampus dan Pesta

Sedang asyik-asyiknya mengobrol dengan beberapa orang yang kukenali sebagai dosenku dahulu. Hanya satu yang merupakan dosenku secara literal karena mengajariku, dua lainnya dosen dari fakultas berbeda (faperik dan fkip), membahas entah apa saja.Tba-tiba, keluargaku menyembur masuk ke ruangan itu, yang tahu-tahu saja jadi kamarku. Mereka buka lemari dan mengeluarkan gamis-gamis dan kotak make up, sementara … Lanjutkan membaca [BM] Absurditas Kampus dan Pesta

[BM] 4K (Kecepirit, Kran Air, Kasidah, dan Kotak Pensil)

Ketika mataku membuka, yang pertama kali difokuskan indera adalah suara air mengalir. Jadi, kupastikan seseorang menyalakan kran yang mengisi bak mandi, bak WC, dan tong-tong penampungan di dapur.Tiba-tiba, ada dorongan ingin kentut. Jadi kentutlah aku. Namun, dari sana, bukan hanya gas yang keluar. Ternyata meluncur serta kotoran. Bukan yang encer karena diare, melainkan kotoran padat. … Lanjutkan membaca [BM] 4K (Kecepirit, Kran Air, Kasidah, dan Kotak Pensil)

[BM] Clueless dalam Final Lomba

Yang jelas ada sebuah perlombaan yang mesti kuhadiri. Tapi tahu-tahu sudah babak final. Sementara aku tidak ingat apa pun sebelum itu, kecuali bagaimana aku dan teman-teman bergerak ke tempat lomba diselenggarakan. Kami berlima. Aku sampai bengong menyaksikan teman-temanku memuja-mujiku karena kegarangan dan keganasanku juga seorang teman lain---yang tidak kuingat wajahnya---di arena lomba. Katanya kami seperti … Lanjutkan membaca [BM] Clueless dalam Final Lomba

[BM] Makan, Diburu, Pura-pura Pingsan

(Jadi hari ini beneran bangun kesiangan dan luput ibadah cuma karena mimpi ini. Enggak bangga. Cuma mengabadikan ketololan ini biar besok enggak berulang.) Aku ada di sebuah gedung. Mirip hotel. Yang kutahu, ada sebuah pesta. Berbeda dengan pesta kebanyakan, sepertinya pesta ini menyewa semua lantai. Ke mana-mana ada meja prasmanan. Hadirinnya wajah-wajah yang kukenal. Kebanyakan … Lanjutkan membaca [BM] Makan, Diburu, Pura-pura Pingsan

[BM] Terowongan, Pistol, Menyanyi

Aku masih mengenakan busana biru putih. Masih pula tengah jajan gorengan dari lapak kantin SMP. Kantin itu ada di depan rumah salah satu temanku. Yang mengelola adalah bibi temanku. Tapi, di sana aku duduk makan tanpa temanku yang satu itu. Yang menemaniku justru orang asing, tapi kami bercengkerama cukup akrab. Berhubung rumah temanku ada di … Lanjutkan membaca [BM] Terowongan, Pistol, Menyanyi

[BM] Gambar, Sungai, KTP, Makan

"Gambar itu gede. Kamu yang kecil." Pertanyaan barusan membuatku menyadari di mana aku berada. Sedang kulukis sesuatu di kaca. Pemandangan berupa sebuah sungai dan kolam berenang. Aku enggak tahu apa maksudnya, tapi, dalam hati aku membenarkan. Gambarnya besar. Akunya kecil.  Lalu kami berputar. Kaca yang kugambar beralih jadi kaca jendela. Di balik sana, masing-masing kami … Lanjutkan membaca [BM] Gambar, Sungai, KTP, Makan

[BM] Gua Les dan Panjat-panjatan

Kumasuki sebuah ruangan. Dalamnya gelap, abu-abu, mirip gua. Ruang itu semacam sebuah tempat berkumpul. Mirip ruang tengah yang lapang dan lengang. Tapi ada beberapa bilik dengan pintu-pintu kecil.  Ada beberapa orang duduk di koridor. Asing. Seolah tahu aku harus ke ke mana, aku melenggang santai masuk sebuah bilik. Karpet hijau terbentang di dalam sana. Lagi, … Lanjutkan membaca [BM] Gua Les dan Panjat-panjatan

[BM] Dua Mimpi

Keributan dari dalam rumah, sementara aku baru pulang dari suatu tempat. Ayah dan Ibu berkelahi. Aku yang tengah dirundung lelah pun ikutan naik pitam begitu melihat Ayah mengomeli Ibu. Aku tahu bagaimana kerasnya upaya Ibu dalam memenuhi semua tuntutan Ayah. Laki-laki sialan, pikirku, sudah menarik anak orang dan diperlakukan bagai babu, malah dihina juga.  Kendati … Lanjutkan membaca [BM] Dua Mimpi

[BM] Nebeng dan Jatuh

"Kamu enggak pergi?" tanya seseorang yang aku lupa siapa tepatnya. "Pergi. Aku masih nunggu tumpangan." Anehnya, meski aku sudah membalas aku bakal pergi, aku enggak lantas bersiap-siap. Tubuhku masih dibalut setelan piyama putih abu. Waktu itu rumah kosong. Enggak ada siapa pun kecuali diriku. Obrolan tadi cuma berlangsung via Whatsapp. Rumah yang kuhuni pun kondisinya … Lanjutkan membaca [BM] Nebeng dan Jatuh

[BM] Rumah Kapal

Entah angkot, entah bus, atau barangkali hibrida dari keduanya, yang kami tunggangi. Aku bersama rombongan berisi ibuku bersama kakak perempuan keempatku. Di sudut lain, tampak sahabatku semasa SMP, sebut saja M, A, dan H. Mobil itu bergerak menyusuri jalanan berkelok. Bikin mabuk. Kesannya seperti perjalanan menuju kabupaten. Cukup familier, kalau saja tiada penampakan deret pegunungan … Lanjutkan membaca [BM] Rumah Kapal

[BM] Tiga Pecahan

Aku lupa detailnya bagaimana karena baru sempat kuketik berjam-jam kemudian. Padahal pas buka mata kayaknya aku masih ingat, cuma gegara kedistrak sama satu dan lain hal, aku nggak sempat ngetik dini tadi pagi. Yang kuingat ada 3 garis besar dalam mimpiku kali ini. 1--Aku menemukan bayi di pinggir jalan raya. Benar-benar pinggir jalan raya, bukan … Lanjutkan membaca [BM] Tiga Pecahan